Sebuah Harapan di Lahan Kritis..

Posted: November 27, 2009 in handschrift
Tags:

Saya merasa amat terkesan dengan kegigihan Bapak Subandi, seorang Ketua Kelompok Tani di Pantai Samas, alumni mahasiswa Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, saat menjelaskan bagaimana perjuangannya mengubah lahan kritis di sepanjang Pantai Samas sehingga dapat memberikan kesejahteraan petani di daerah sana.

Lahan di sepanjang Pantai Selatan khususnya Pantai Samas merupakan lahan yang sangat kritis yang pada awal mulanya hanya merupakan gurun pasir. Keinginan beliau untuk memberikan kesejahteraan bagi penduduk sekitar yang saat itu merupakan daerah termiskin kedua di Indonesia, berhasil mengubah lahan marginal ini menjadi lahan yang menghasilkan. Dari awalnya hanya mencoba-coba sampai pada akhirnya beliau melakukan rekayasa lahan dengan cara menggunakan tanah lempung dengan dosis 50 ton/ha yang dicampur dengan kompos 30 ton/ha. Cara yang mudah dan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil produksi pertanian di daerah tersebut. Beliau menggunakan pupuk kimia hanya sebagai starter awal, setelah itu sepenuhnya pupuk organik. Karena apabila pupuk kimia digunakan secara terus menerus justru akan membakar tanaman.

Dahulu, daerah ini hanya merupakan gurun pasir yang tidak ditanami apa-apa. Akan tetapi, setelah adanya rekayasa lahan dari beliau, daerah ini dapat ditanami dengan berbagai macam tanaman hortikultura misalnya jagung, semangka, cabai, tomat, bawang merah dan sebagainya. Beliau dapat memproduksi bawang merah pada musim tanam pertama sebanyak 16,2 ton/ha dan 22,7 ton/ha pada musim tanam kedua. Hasil produksi pertanian ini pun tidak semata-mata hanya dijual di pasaran, akan tetapi beliau melakukan kerjasama/kontrak dengan perusahaan-perusahaan.

Lahan yang digarap beliau dan petani lainnya ini merupakan lahan milik keraton dimana tidak ada pungutan, pajak, atau biaya sewa sama sekali. Sehingga menambah eksistensi beliau untuk mengembangkan lahan yang ada demi kesejahteraan penduduk di daerah tersebut.

Banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari penjelasan singkat ini. “Sesuatu hal yang sangat buruk atau minus sekalipun dapat menjadi baik bahkan lebih baik apabila ada niat, kegigihan, usaha dan perjuangan”.

Karangwaru, 20 November 2009

“Disampaikan pada saat kegiatan lapangan acara PILMITANAS 2009 pada tanggal 18 November 2009 di Pantai Samas”

(Ratih Kurniasih Nurachman)

Comments
  1. mynicespace says:

    wah…salut banget atas perjuangan beliau..🙂 mengubah lahan kritis mnjadi lahan yg dpt memberikan kesejahteraan.

    keren mba tulisan-tulisannya…informatif & inspirasional…🙂🙂

  2. saya juga salut mbak dengan beliau.. ya semoga bisa menjadi inspirasi bagi semua orang untuk lebih perduli terhadap sesama melalui cara apapun.. untuk saya sebagai mahasiswa Pertanian, hal yang dilakukan Bapak Subandi semakin memberikan pelajaran berharga bagi saya untuk bisa bermanfaat bagi orang lain kelak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s